Upacara Potong Gigi di Bali – Makna dan Tujuannya

By | April 3, 2020

Satu lagi tradisi budaya unik yang menarik untuk disimak yaitu Upacara Potong Gigi di Bali. Dikenal juga dengan sebutan Metatah atau mepandes atau mesangih, dan wajib dilaksanakan oleh setiap orang yang beragama hindu di pulau Bali. Tradisi ini dapat dilakukan kepada mereka yang sudah menginjak dewasa, untuk perempuan ciri-cirinya yaitu sudah mendapatkan menstruasi dan untuk laki-laki setelah mengalami perubahan suara.

upacara potong gigi di bali

|| baca juga: tradisi budaya Ngaben masyarakat Bali.

Makna dari kegiatan upacara potong gigi di Bali

Menurut kepercayaan hindu Bali, makna dan tujuan dilakukannya upacara ini yaitu untuk mengendalikan sifat buruk yang ada dalam tubuh manusia yang dikenal dengan sebutan sad ripu yaitu:

  1. Kama, sifat penuh nafsu indriya.
  2. Lobha, sifat loba dan serakah.
  3. Krodha, sifat kejam dan pemarah.
  4. Mada, sifat mabuk dan kegila-gilaan
  5. Moha, sifat bingung dan angkuh.
  6. Matsarya, sifat dengki dan iri hati.

Secara keagaamaan tujuannya memang sangat baik, namun bukan berarti ketika orang sudah melakukan upacara potong gigi di Bali, semua sifat jeleknya akan hilang, akan kembali lagi ke individu masing-masing.

Disamping bertujuan menghilangkan sifat buruk diatas, potong gigi juga merupakan simbol dari hutang orang tua kepada anak-anaknya. Artinya kewajiban ini adalah yadnya dari orang tua kepada si anak.

Susunan proses tradisi potong gigi.

Walaupun dari judul artikel ini seolah lumayan mengerikan “potong gigi”, bukan berarti gigi kita akan dipotong menjadi beberapa bagian, namun lebih tepatnya gigi kita akan dikikir. Hanya 6 gigi atas yang terdiri dari 4 gigi seri dan 2 gigi taring yang akan dikikir. Terasa ngilu memang, namun tidak akan berlangsung lama.

Prosessi keagamaan ini biasanya di rangkai dengan upacara “manusia yadnya” (upacara untuk manusia) lainnya seperti upacara Ngaben, upacara di pura keluarga ataupun upacara khusus di “griya” (rumah pendeta). Namun pada umumnya akan dirangkai dengan upacara Ngaben. Mungkin lebih beralasan dari segi biaya yang dibutuhkan.

Tahapan atau prosesi Upacara Potong Gigi di Bali adalah sebagai berikut :

  • Magumi Pedangan
    Dilakukan di dapur, untuk memohon pembersihan kepada dewa Brahma, yang disimbulkan sebagai api. Karena api akan mampu membersihkan apapun yang ada di muka bumi ini.
  • Mabyakala
    yaitu dilaksanakan di halaman rumah, dengan tujuan untuk membersihkan pengaruh-pengaruh negatif yang melekat pada diri kita.
  • Sembahyang Sanggah Kemulan (pura keluarga)
    Yaitu mohon restu dan panugrahan kepada Bhatara Hyang Guru sekaligus permakluman pada leluhur bahwa mereka akan melaksanakan Upacara Potong Gigi dan dilanjutkan meminum air suci sebagai tanda telah memperoleh restu.
  • Puncak Acara Potong Gigi
    ini proses utama dalam rentetan acara, mereka yang potong gigi akan naik ke balai yang sudah disediakan. Pemotongan/pengikiran gigi akan dilakukan oleh pendeta atau mereka yang dipercaya mampu melakukan itu.

Penjelasan acara ini dibuat secara umum/simple, karena detail didalamnya terdiri dari banyak sekali rangkaian kecil yang tidak dituliskan secara detail.

|| Mengapa banyak sekali orang yang bernama Wayan di Bali? click disini!

Tidak hanya upacara Ngaben yang bisa dilakukan secara massal, upacara potong gigi juga sangat banyak dilakukan beramai-ramai, seperti dijelaskan diatas prosesi ini juga pada umumnya disisipkan saat kegiatan upacara Ngaben.

Simak Video Singkatnya Upacara Potong Gigi: